Istilah fast food dan junk food bukanlah sesuatu yang baru lagi saat ini. Istilah ini adalah tren makanan yang tampaknya terus meroket di antara para pelanggan. Banyak yang berpikir bahwa kedua hal ini sama, baik menyajikan makanan yang mudah, cepat dan enak, walaupun harganya relatif mahal. Namun pada kenyataannya keduanya adalah dua hal yang berbeda. Untuk mencari tahu perbedaan antara makanan cepat saji dan makanan cepat saji, mari lihat ulasan di bawah ini.

Apakah makanan cepat saji dan makanan cepat saji?

Kaki cepat adalah istilah untuk makanan yang bisa disiapkan dan disajikan dengan cepat. Sementara setiap makanan yang dapat disiapkan segera dapat disebut makanan cepat saji, istilah ini biasanya mengacu pada makanan yang dijual di restoran atau toko dengan persiapan berkualitas rendah dan disajikan kepada pelanggan dalam satu paket untuk dibawa pergi. Istilah "makanan cepat saji" diakui dalam kamus bahasa Inggris Merriam-Webster pada tahun 1951.

Makanan cepat saji banyak digemari oleh anak-anak hingga dewasa, ini karena rasanya lebih tajam dan kecepatan proses penyajiannya. Selain itu, iklan yang tak henti-hentinya di media membuat makanan cepat saji lebih menarik bagi konsumen. Tidak semua makanan cepat saji adalah makanan cepat saji, tidak semua makanan cepat saji adalah makanan cepat saji.

Ini tergantung pada bagaimana bahan dipilih, bagaimana itu diproses, dan bagaimana itu disajikan. Contoh makanan cepat saji adalah burger, pizza, dan semua jenis makanan yang disajikan cepat karena mereka sebelumnya telah menjalani proses pengolahan awal (bahan setengah jadi).

Istilah fast food berbeda dengan junk food. Junk food adalah makanan "junk", yaitu makanan yang tidak dibutuhkan oleh tubuh karena mengandung kalori berlebih atau sangat rendah kalori dan memiliki nutrisi tidak seimbang, mengandung lemak jenuh tinggi, kadar natrium / garam tinggi, terlalu banyak perasa / umami , dan adanya pengawet tertentu yang jika dikonsumsi sering akan berdampak negatif pada kesehatan.

Contoh junk food adalah nasi goreng dan mie instan yang pengaturan menu tanpa lauk dan tanpa sayuran, camilan rendah kalori yang memiliki rasa sangat tajam / umami, dan makanan lain dengan komposisi menu yang memiliki nilai gizi tidak seimbang.

Perbedaan antara Fast Food dan Junk Food

Seperti dijelaskan di atas, makanan cepat saji dan rongsokan kaki adalah dua hal yang berbeda. Perbedaan keduanya adalah sebagai berikut:

  • Perbedaan dalam hal nutrisi

Perbedaan yang mencolok antara makanan cepat saji dan makanan cepat saji adalah masalah kandungan nutrisi. Makanan sampah jelas bukan makanan sehat karena rendah nutrisi. Selain itu, junk food biasanya tinggi lemak, kolesterol, garam, dan pengawet. Sebaliknya, tidak semua makanan cepat saji buruk bagi kesehatan. Meskipun ada sejumlah makanan cepat saji yang juga termasuk dalam kategori junk food.

Sebagai contoh, cilok termasuk makanan cepat saji dan junk food karena cara disajikan dengan cepat tetapi rendah nutrisi. Contoh lain, memotong buah adalah makanan cepat saji atau makanan cepat saji yang bukan junk food. Nah, sudah mengerti bedanya?

  • Asal usul namanya adalah makanan cepat saji dan junk food

Sesuai namanya, makanan cepat saji adalah jenis hidangan yang bisa disiapkan dengan cepat. Meskipun dapat disajikan dalam waktu singkat, penampilannya yang menarik dan harga yang terjangkau membuat makanan cepat saji disukai oleh banyak orang dari berbagai usia.

Sementara itu, junk food mengacu pada makanan olahan dengan penambahan berbagai rasa sehingga rasanya semakin menggugah. Tak jarang juga junk food, disajikan dengan penampilan dan warna yang menarik yang membuat banyak orang penasaran untuk mencicipinya.

Namun di balik penampilannya yang menarik, penambah rasa yang tinggi membuat junk food memiliki kandungan nutrisi yang minimal, sehingga tidak baik untuk dikonsumsi setiap hari. Ini juga melahirkan istilah junk food atau junk food karena kurangnya kandungan gizi.

  • Pengolahan makanan yang berbeda

Junk food atau yang berarti makanan bernutrisi rendah adalah istilah untuk makanan yang tidak sehat atau memiliki sedikit kandungan gizi. Junk food juga bisa disebut sebagai makanan non-nutrisi. Sedangkan makanan cepat saji adalah makanan cepat saji yang sebelumnya telah dilakukan dalam proses pengolahan awal sehingga ketika ada pesanan hanya melanjutkan pengolahan dari proses lanjutan yang relatif lebih cepat.

  • Makanan cepat saji lebih berbahaya daripada makanan cepat saji

Makanan sampah dianggap berbahaya karena memiliki kadar lemak dan garam yang sangat tinggi karena biasanya digoreng atau dipanaskan berkali-kali. Contoh junk food adalah mie instan, hamburger, pizza, hot dog, dan kentang goreng. Maka, tidak semua makanan yang diklasifikasikan sebagai makanan cepat saji tidak sehat. Contoh makanan enak yang dikonsumsi misalnya adalah buah potong segar. Asupan ini juga termasuk makanan cepat saji, tetapi tidak membahayakan kesehatan.

  • Pengawet

Baik makanan cepat saji dan junk food menggunakan pengawet. Yang membedakannya adalah jenis pengawet. Durasi pengawet makanan cepat saji akan menyusut setelah makanan dimasak, dicampur dengan bumbu lainnya. Tak heran, makanan cepat saji olahan seperti burger, steak hingga kentang goreng akan mudah basi. Sementara itu, pengawet dalam junk food memiliki durasi yang lebih lama karena mereka diterapkan ketika pengolahan makanan selesai.

Jadi, bagi Anda yang suka makan makanan cepat saji dan junk food mulai sekarang, cobalah menguranginya. Mulailah mengonsumsi makanan sehat agar tubuh tetap sehat dan selalu bugar. Semoga artikel di atas bermanfaat dan bisa menambah wawasan Anda. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here